Kamis, 05 Juni 2014


KPU Gelar Deklarasi Kampanye Pilpres Berintegritas dan Damai


Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar “Deklarasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Berintegritas dan Damai tahun 2014” di Ballroom Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/6). Acara ini dihadiri seluruh lembaga penyelenggara pemilu, yakni KPU RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu  (DKPP), serta kedua pasangan capres dan cawapres beserta tim kampanyenya, KPU Provinsi, pimpinan MPR dan DPR RI, lembaga-lembaga negara, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik menyampaikan bahwa hari ini menandai segudang harapan yang akan disampaikan oleh kedua pasangan capres-cawapres Pemilu 2014 dengan kegiatan kampanye secara resmi yang akan berlangsung pada 4 Juni-5 Juli 2014.

“Hari ini kita menandai segudang harapan itu akan disampaikan dalam kegiatan kampanye yang resmi oleh kedua pasangan capres-cawapres, mulai sejak tiga hari ditetapkan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. Hari ini adalah pembatas antara dibenarkan dan tidak dibenarkan kegiatan kampanye dilakukan oleh kedua pasangan ini. Walaupun UU Nomor 42 tahun 2008 hanya membatasi pelarangan itu sebentar saja, antara penetapan  31 Mei-3 Juni ini. Setelahnya kampanye boleh dilakukan selama lebih kurang satu bulan satu hari, dari tanggal 4 Juni-5Juli 2014,” papar Husni.

Ketua KPU juga menyampaikan harapannya agar Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 ini lebih dapat diikuti oleh masyarakat Indonesia secara lebih nyaman. Yakni dengan cara para pasangan calon menawarkan ide-ide yang lebih brilian, menawarkan sejumlah program kerja yang telah dinanti-nanti sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam Pemilu Presiden 2014 ini, kita bisa melanjutkan pemilu yang lebih subtantif. Hendaknya kita bisa beranjak dari pemilu elektoral yang prosedural kepada pemilu yang lebih subtantif, yang mengedapankan gagasan-gagasan,” harap Husni.

Husni juga mengajak kedua pasangan capres-cawapres beserta tim pemenangannya untuk menghindari berbicara tentang hal-hal yang masyarakat sebenarnya tidak ingin mendengar dan menghetahuinya, karena sekadar ‘sampah’, hoax, atau fitnah.

Ketua KPU mengungkapkan komitmen seluruh lembaga penyelenggara Pemilu, mulaidari tingkat pusat hingga daerah, dalam menjunjung tinggi integritas sebagai penyelenggara. “Kami tidak ke kanan atau ke kiri. Jika ada penyelenggara yang ke kanan atau ke kiri, kami akan tindak tegas,” tandas Husni.

Selanjutnya, atas nama KPU, Husni juga meminta komitmen dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk mewujudkan Pemilu 2014 sebagai pemilu yang berintegritas.

Di akhir sambutannya, Husni berpesan, siapapun yang akan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, kedaulatan itu ada di tangan rakyat. Disamping itu, ia juga berharap partisipasi masyarakat dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 ini bisa lebih dari 75%. “Penentuan itu ada di tangan rakyat. Jangan berikan mandat kosong kepada penyelenggara pemilu dan jangan pula pada Mahkamah Konstitusi untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang. Tapi rakyatlah yang menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin kita lima tahun ke depan. Kami (KPU) akan kawal itu. Siapapun yang terpilih, dialah pemimpin kita, yang tidak terpilih tetaplah sebagai calon pemimpin kita,” jelas Husni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar